Babinsa Koramil 02/Kota Padangsidimpuan Pantau Kilang Padi di Desa Labuhan Labo
Babinsa Koramil 02/Kota Padangsidimpuan Pantau Kilang Padi di Desa Labuhan Labo

Padangsidimpuan – Dalam rangka memastikan implementasi kebijakan pemerintah terkait harga gabah, Babinsa Koramil 02/Kota Padangsidimpuan Kodim 0212/Tapsel Koptu Dedi Ramadani secara intensif melaksanakan monitoring dan pemantauan harga gabah dan stok beras di kilang penggilingan padi di wilayah desa binaannya Desa Labuhan Labo Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, Jumat (07/03/2025)

Kegiatan ini bertujuan untuk mengawasi kesesuaian harga pembelian gabah dari petani oleh pihak kilang padi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, yakni minimal Rp 6.500 per kilogram.

Selain itu, pemantauan ini juga dilakukan untuk memastikan kelancaran serapan gabah (Sergab) pascapanen guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Dari hasil pemantauan, diketahui bahwa harga gabah di wilayah tersebut saat ini dibeli oleh pihak kilang padi dengan harga Rp 6.500,- per kilogram. Harga tersebut telah sesuai dengan kebijakan pemerintah dan mendapat dukungan penuh dari pengusaha penggilingan padi yang telah bermitra dengan Bulog.

"Kami sangat mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Dengan harga yang telah ditetapkan, kami berharap petani dapat memperoleh keuntungan yang layak dan termotivasi untuk terus meningkatkan produksi pada musim tanam berikutnya," ujar Babinsa Koptu Dedi

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Koramil Kota Padangsidimpuan akan terus melakukan pengawasan secara intensif guna memastikan tidak ada pihak yang membeli gabah dari petani di bawah harga standar yang telah ditentukan pemerintah.

Hal ini dilakukan agar petani benar-benar merasakan manfaat dari kebijakan tersebut serta mendapatkan hasil yang sesuai dengan usaha dan kerja keras mereka.

"Kami akan terus mengawal harga gabah di tingkat petani agar tetap stabil dan menguntungkan. Semua pihak harus bersinergi untuk mencapai swasembada pangan nasional, demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan yang berkelanjutan," tambahnya.

Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan tidak ada spekulasi harga yang merugikan petani, sehingga mereka dapat terus meningkatkan produksi dan berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *